Komunikasi pasangan
Pembicaraan yang selalu berakhir dengan diam atau bertengkar, dan ingin belajar saling mendengar lagi.
Konseling pernikahan dan keluarga
Petrus Wijaya, S.E., M.Psi.Konselor untuk pasangan, calon pengantin, keluarga, dan orang tua
Pesan Anda dibalas langsung oleh Petrus, bukan oleh admin.
Apakah ini yang sedang Anda alami?
Tidak ada cerita yang terlalu kecil atau terlalu berat untuk dibicarakan.
Kalau salah satu kalimat di atas terasa dekat, Anda tidak sendirian. Cerita Anda boleh dimulai dari sini.
Ceritakan lewat WhatsAppTopik layanan
Konseling paling membantu ketika dimulai lebih awal. Berikut hal yang paling sering dibicarakan dalam sesi.
Pembicaraan yang selalu berakhir dengan diam atau bertengkar, dan ingin belajar saling mendengar lagi.
Masalah yang sama muncul lagi dan lagi. Kita cari polanya bersama, supaya tidak lagi saling menyalahkan.
Membicarakan harapan, keuangan, keluarga besar, dan peran masing-masing sebelum hari pernikahan.
Setelah ada kebohongan atau luka, dan keduanya ingin tahu apakah hubungan ini masih bisa dipulihkan.
Perbedaan cara mendidik antara ayah dan ibu, atau kesulitan memahami anak yang mulai berubah.
Hubungan dengan mertua atau orang tua yang menekan, dan cara menjaga batas tanpa memutus hubungan.
Tentang Petrus
Sedang tidak baik-baik saja adalah keadaan. Menjadikannya lebih baik adalah keputusan, dan mungkin bisa dimulai dengan sedikit bantuan.
Bantuan Konselor berangkat dari panggilan hati terhadap sebuah ironi. Pernikahan umumnya dimulai dari cinta dan keinginan untuk hidup bersama, membangun keluarga yang lengkap dengan kehadiran buah hati. Sayangnya, relasi itu sering diwarnai konflik, masalah komunikasi, penyesuaian diri, dan pengelolaan peran, sampai tidak sedikit yang berada di persimpangan bahkan di ujung kehancuran.
Bila perjuangan Anda ada di area ini, Bantuan Konselor siap mendampingi. Saat Anda membutuhkannya, kami ada.
Petrus menggabungkan latar belakang manajemen dan psikologi. Pendekatannya praktis: memahami situasi Anda, lalu menyusun langkah kecil yang bisa langsung dijalani di rumah, termasuk urusan keuangan dan pembagian peran dalam keluarga.
Pilihan sesi dan tarif
Gratis / 15 menit
Rp 180 ribu / 60 menit
Rp 400 ribu / 90 menit
Tarif tatap muka dan online sama. Pembayaran lewat transfer bank setelah sesi selesai. Jadwal bisa diubah paling lambat 2 jam sebelum sesi.
Alur sesi
Chat lewat WhatsApp. Cukup ceritakan singkat, atau bertanya dulu. Pesan dibalas pada jam layanan.
Bila ingin, mulai dengan telepon 15 menit untuk saling mengenal dan melihat apakah cocok.
Pilih waktu dan bentuk sesi: tatap muka di Malang atau online lewat Zoom.
Sesi pertama untuk mendengar dan menentukan tujuan bersama. Pembayaran dilakukan setelah sesi selesai.
Lokasi
Tanya jawab
Ya. Isi sesi tidak dibagikan kepada siapa pun dan sesi tidak direkam. Satu-satunya pengecualian adalah bila ada bahaya bagi keselamatan seseorang.
Petrus menghubungi Anda lewat telepon atau video call sekitar 15 menit. Anda bercerita singkat, Petrus menjelaskan cara kerjanya, lalu Anda bebas memutuskan mau lanjut atau tidak.
Tidak harus. Banyak klien memulai sendiri lebih dulu, lalu pasangan ikut di sesi berikutnya.
Konselor mendampingi lewat percakapan untuk memahami masalah dan mencari jalan keluar. Konselor tidak melakukan tes psikologi atau memberi diagnosis. Bila kebutuhan Anda memerlukan itu, Petrus akan membantu merujuk ke psikolog klinis atau psikiater.
Tergantung situasinya. Sebagian cukup 1 sampai 3 sesi, sebagian lagi perlu pendampingan lebih panjang. Hal ini dibicarakan bersama di sesi pertama.
Setelah sesi selesai, lewat transfer bank. Tarif tatap muka dan online sama.
Untuk percakapan konseling, sesi online umumnya berjalan baik asal Anda berada di tempat yang tenang dan tidak didengar orang lain.
Jadwal bisa diubah paling lambat 2 jam sebelum sesi tanpa biaya. Cukup kabari lewat WhatsApp.
Tidak perlu menyiapkan kata-kata yang rapi. Ceritakan seadanya, nanti kita atur waktunya bersama.
